JeJakJeJak

COUNTDOWN: SEMINGGU MENJELANG PENTAS SENI & TIRAKATAN/ MALAM TGL 17

H-7
Aku ke rumah tetanggaku untuk bantu-bantu bungkus doorprize acara jalan santai keesokan harinya. Malam itu aku ke rumahnya sekitar jam 19.30 WIB. Sebenarnya waktu janjiannya setelah maghrib (sekitar jam 18.30) tapi aku baru bisa datang 1 jam kemudian..Bukannya aku sengaja molor atau sengaja meremehkan dia..Enggak..Aku bener-bener baru bisa datang jam segitu. Itu pun waktu aku datang, belum ada org lain yang datang. Dengan kata lain, setelat-telatnya diriku, aku masih tetap yang tercepat. Kalau kata peribahasa sih, di atas langit masih ada langit, gitu. Setelah aku datang, satu persatu anggota yang lain pun datang lah. Dengan tenaga 3 orang, doorprize-doorprize itu selesai terbungkus rapi (nggak rapi-rapi juga ding, lha wong ada yang asal bungkus juga saking sulit bungkusnya) pada pukul 21.30 (kurang lebih..kayaknya lebih sih, tapi lebihnya nggak banyak-banyak kok). Lalu selesailah tugasku malam itu dan aku pun pulang (jalan kaki..rumah kami kan jaraknya cuma 100m doang).

Oh ya, kelupaan..Sebelum acara bungkus membungkus doorprize itu, paginya aku ada reuni sama temen SMA ku. Aku baru pulang jam 15.30. Terus jam 4 sore tetanggaku (yang notabene sekretaris & PJ lomba makan kerupuk) ngajak aku buat nemeni dia beli kerupuk. Ya udah, akhirnya aku nemeni dia beli kerupuk. Kloter pembelian pertama, kami menghabiskan 10 ribu untuk membeli 50 kerupuk, lalu kami berdua pulang. Sampai di rumah, karena kami pikir kerupuk yang baru saja kami beli itu kurang dan ada baiknya kelebihan daripada kekurangan, akhirnya kami balik lagi ke pabrik kerupuk (yang jaraknya 2 km dari rumah kami) untuk membeli 40 kerupuk lagi. I thought that’s enough! Eh ternyata, sampai di rumah pak ketua bilang undangan jalan santainya kurang. Yo wis lah, aku fotokopi lagi (sekedar informasi, saat itu tugas sekretaris aku ambil alih). Setelah mengantar undangan yang baru aku fotokopi itu ke ketuanya, aku dimintai tolong untuk ikut membungkus doorprize di rumah sie pembantu umum, ya itu yang tadi sudah aku ceritakan. Karena aku tahu betapa sibuk & repotnya mereka, aku ikhlas membantu mereka.

H-6/Minggu tanggal 10 Agustus (yang menyebalkan..)
Jadwal pagi itu adalah jalan santai + lomba anak. Sehari sebelumnya kami sudah menyebarkan undangan jalan santai ke semua warga. Kenapa pakai undangan?? Ya kalau nggak pakai undangan pasti pada nggak tahu. Cukup efektif? Iya. Cukup efisien? Tidak. Setidaknya, panitia sudah punya niat baik to? Dan kurasa kami sudah cukup berusaha.

Aku pikir, peserta jalan santai hari itu hanya panitia dan anak kecil saja (kemungkinan terburuk). Tapi ternyata kami mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat. Hore! Pesertanya banyak! Cuma 76 orang sih pesertanya (itu belum termasuk panitia yang hadir sekitar 15 orang), tapi itu sudah merupakan bukti bahwa acara kami terbilang sukses. Kekurangannya satu: kayaknya rutenya kurang jauh, deh..soalnya cuma 30 menit aja, jalan santainya dah kelar. Kata temenku yang lain, rutenya sedang-sedang aja. Tapi sama sekali nggak ‘terasa’ buatku. Kenapa ya? (tanya kenapa??) Dan ada satu hal yang benar-benar tidak kami perhitungkan, yaitu hujan. Ya, hujan turun pas acara jalan santai baru saja dimulai. Tapi syukurlah hujannya cuma sebentar dan tidak begitu deras.

Setelah jalan santainya selesai, panitia membagikan doorprize. Setelah doorprize terbagi semua, kami menyiapkan lomba untuk anak-anak. Lomba yang diadakan ada 4 macam, yaitu lomba makan kerupuk, lomba lari kelereng, lomba pecah air, dan lomba gigit koin.

Secara keseluruhan, acara hari itu berjalan (cukup) lancar. Dan sebenarnya acaranya baik-baik saja (buatku) kalau saja aku tidak bEtE tiba-tiba..Entah kenapa hari itu aku mudah marah dan emosiku meledak-ledak. Bodohnya, aku baru menyadari penyebabnya beberapa hari kemudian. Penyebabnya cukup simple: PMS! HWAKAKAKAKAK!!!!

H-3
Undangan baru selesai dibuat dan dicap, tapi belum dinamain, soalnya baik aku maupun sekretarisnya sama-sama nggak hafal nama-nama KK. Akhirnya baru sehari setelahnya, undangan mulai diberi nama.

H-1
Undangan selesai diberi nama.
Aku dan sang sekretaris bantuin sie pembantu umum nyiapin kardus snack. Jam 16.30 kami mulai mengantarkan undangan ke beberapa rumah yang aku kenal, dan perjalanan kami berakhir dengan selamat sebelum maghrib. Jam 18.30, aku dan tetanggaku melanjutkan mengantarkan 45 undangan yang tersisa. Selain karena sekretarisnya les malam itu, tetanggaku yang kuajak nganter undangan itu tahu betul letak rumah per-rumah di dusun tempat tinggalku. Satu setengah jam kemudian, tugas kami selesai. Tentu saja nggak semua undangan kami antar sendiri, kami bagi-bagi tugas dengan beberapa orang lain (thank’s God, ada yang bantuin!).

Sebenarnya, sorenya aku agak frustasi soalnya bingung banget gimana cara nganter tuh undangan. Ketuanya sudah berhari-hari tak terlihat batang hidungnya, katanya lagi banyak kerjaan. OK, aku percaya. Berhubung dia sudah minta maaf dan kelihatannya memang lagi sibuk banget, aku toleransi. Sedangkan koordinator humasnya juga sibuk (untuk yang satu ini aku tidak bisa menyalahkannya, karena yang siapa yang menjadi koordinator humas itu sebenarnya diputuskan secara sepihak). Anggota humas lain juga lagi nggak ada waktu (acara kecil-kecilan kayak gini emang suka diremehin). Yo wis lah..seadanya aja & semampunya. Toh akhirnya selesai juga malam itu.

Tapi pengorbananku itu dibalas dengan anggapan kalau aku itu dikira pacar tetanggaku (yang nemeni aku nganter undangan waktu itu), kan tetanggaku itu cowok & masih single. Aku nggak suka cara mereka becandain aku. Jujur, aku benar-benar jadi sebel, marah, dan BeTe! Rasanya aku ingin ninggalin tanggungjawab gitu aja. Tapi kemudian aku sadar, sebagai salah satu panitia yang bekerja dalam kelompok, aku harus bisa profesional, aku nggak boleh pilih-pilih partner, aku harus bisa mengesampingkan kepentingan pribadiku demi kepentingan bersama panitia 17an.

Hffuuh..

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.